SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dosen Universitas Semarang (USM) Perkenalkan Sistem Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Ekonomi Sirkular dan Digital di Kelurahan Peterongan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada 1 November 2026.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua, Sulistyowati ST., MT, anggota Diah Aryati Puji Lestari S. Si., M. Si, Andi Nurcahyo, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Ir. AR. Hanung Triyono M. Si. Mereka dibantu dua mahasiswa yakni Bryan Andika Putra dan M. Thoriq Sholahuddin.
Menurut Sulistyowati, tujuan kegiatan meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih terorganisasi, produktif, dan berkelanjutan melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Pendekatan itu mendorong masyarakat untuk tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang tidak bernilai, melainkan sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan tepat.
”Sebelum kegiatan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan konsep ekonomi sirkular,” katanya.
Dia mengatakan, penyampaian materi menjadi kegiatan utama, dengan pembahasan mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah, pengelompokan sampah berdasarkan jenis material, mekanisme pengumpulan dan penimbangan, pencatatan hasil setoran, hingga penjualan material yang telah terkumpul.
Melalui sistem tersebut, sampah rumah tangga yang sebelumnya dikelola secara individual diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan kolektif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
”Salah satu hal yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah prototype aplikasi digital pendukung aktivitas bank sampah yang dapat dioperasikan melalui telepon seluler (HP). Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu proses pencatatan setoran sampah, jenis dan berat material, perhitungan nilai ekonomi sampah, pencatatan penjualan, serta penyajian rekapitulasi dan informasi pengelolaan sampah,” ujarnya.
Dia menambahkan, dengan dukungan aplikasi digital, pencatatan kegiatan diharapkan menjadi lebih praktis, transparan, dan mudah dipantau. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai jumlah sampah yang telah disetorkan serta nilai ekonominya, sementara pengelola dan pihak kelurahan dapat memanfaatkan data rekapitulasi untuk memantau perkembangan kegiatan pengelolaan sampah.
”Dalam sesi demonstrasi, peserta diperkenalkan pada alur penggunaan aplikasi, mulai dari pencatatan setoran sampah hingga informasi nilai rupiah yang dihasilkan. Pengenalan ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat membantu mendukung tata kelola kegiatan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta masukan terkait kemungkinan penerapan sistem pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan Kelurahan Peterongan. Sebagai bagian dari evaluasi kegiatan, peserta mengikuti post-test untuk mengetahui pemahaman setelah memperoleh materi dan demonstrasi.
”Kami berharap, melalui kegiatan PkM ini masyarakat Kelurahan Peterongan semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Keterlibatan warga, khususnya kelompok PKK, diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak dalam membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan,” tuturnya.
Dia menuturkan, aplikasi digital bukanlah tujuan utama, melainkan alat bantu untuk mendukung sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Keberhasilan penerapannya tetap bergantung pada partisipasi masyarakat, pengelolaan yang transparan, serta dukungan dan keberlanjutan kelembagaan di tingkat kelurahan.
”Kami berharap, ke depan, sistem yang telah diperkenalkan ini dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Peterongan, sehingga sampah tidak hanya berkurang, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tandasnya.
01







