SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) menggelar Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) di Auditorium USM, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa baru untuk mengembangkan karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun pola pikir kritis sebagai bekal menjalani perkuliahan dan berorganisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kaprodi Teknik Informatika Dr Astrid Novita Putri, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Sistem Informasi Dr Saifur Rohman Cholil, S.Kom., M.Kom., Kaprodi Ilmu Komunikasi Errika Dwi Setya Watie, S.Sos., M.I.Kom., dan Kaprodi Pariwisata Almas Nabili Imanina, S.Tr.Par., M.M.Par.
Hadir pula Co-Founder Think PR Sinta Pramucitra, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen Psikologi Martha Kurnia Asih, S.Psi., M.Si., serta public speaker Wiyu Ghaniy Allathif Yudistira, S.H., yang menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut.
Mengusung tema ”Step into Your Own Adventure: Growing, Connecting, and Becoming Legends Together”, LKMM-TD mengajak mahasiswa baru untuk berani memulai perjalanan di dunia perkuliahan, terus mengembangkan diri, membangun relasi, dan bertumbuh bersama.
Ketua pelaksana LKMM-TD, George Calvin Kenda mengatakan, tema tersebut menekankan bahwa setiap mahasiswa memiliki perjalanan dan proses perkembangan masing-masing.
Namun, kemampuan berkolaborasi dan saling mendukung tetap diperlukan untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam bidang akademik maupun organisasi.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk membekali mahasiswa dengan sejumlah keterampilan dasar, terutama berpikir kritis (critical thinking), pemecahan masalah (problem solving), dan berbicara di depan umum (public speaking).
Ketiga keterampilan itu dinilai penting untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik, menyampaikan pendapat secara terstruktur, serta mengambil keputusan dengan tepat.
”Kami berharap, mahasiswa baru dapat memanfaatkan materi yang diberikan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, dan mengenali diri sendiri. Mereka juga diharapkan mampu membangun serta menjaga koneksi dengan sesama mahasiswa agar dapat terus berkembang selama menjalani perkuliahan,” ujar George.
Salah satu pemateri, Wiyu Ghani Allathif Yudistira, mengangkat filosofi ”Leiden is Lijden”, yang dimaknai sebagai kepemimpinan yang tidak terlepas dari perjuangan dan pengorbanan.
Melalui filosofi tersebut, mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan dan proses menjadi seorang pemimpin tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, keyakinan, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Wiyu, langkah awal untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan adalah membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Namun, keyakinan tersebut perlu diimbangi dengan pengetahuan, kapasitas, pengalaman, dan kemampuan mengelola organisasi.
Dengan demikian, seseorang tidak hanya memiliki keinginan untuk memimpin, tetapi juga mampu menjalankan tanggung jawabnya.
”Masa kuliah merupakan kesempatan yang ideal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dan menentukan arah masa depan, dengan mengisi kegiatan yang produktif, menghasilkan karya dan prestasi, serta memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi lingkungan kampus dan masyarakat,” kata Wiyu.
Sementara itu, pemateri lain, Sinta Pramucitra, membahas pentingnya komunikasi efektif dalam kehidupan akademik maupun organisasi.
Menurut dia, keberhasilan komunikasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya seseorang berbicara, tetapi juga dari sejauh mana pesan dapat dipahami dengan tepat oleh penerima.
01







