SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Program Studi S1 Psikologi Universitas Semarang (USM) menawarkan berbagai keunggulan bagi calon mahasiswa yang ingin mendalami ilmu psikologi. Mulai dari akreditasi unggul, tenaga pengajar kompeten, kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), hingga kesempatan praktik langsung di masyarakat menjadi sejumlah keunggulan yang ditawarkan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Program Studi S1 Psikologi USM, Kimmy Katkar, S.Psi., M.Si., dalam talkshow USM Update bertema “Kenapa Harus S1 Psikologi USM?” yang disiarkan melalui Radio USM Jaya Semarang, Rabu (4/11/2026) di Studio Radio USM Jaya Semarang.
Dalam perbincangan tersebut, Kimmy mengatakan, psikologi tidak hanya mempelajari kepribadian dan perilaku manusia, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti kondisi mental, emosi, kognisi, hingga kesehatan mental seseorang.
Dia juga meluruskan anggapan bahwa mahasiswa psikologi mampu membaca pikiran atau menebak karakter seseorang hanya dengan melihat penampilannya.
”Ketika kita ingin mengetahui lebih lanjut seseorang itu sehat mental atau tidak, kepribadiannya seperti apa, introvert atau ekstrovert, itu harus melewati serangkaian asesmen. Salah satunya adalah melakukan tes psikologis,” jelasnya.
Kimmy mengungkapkan, salah satu keunggulan S1 Psikologi USM adalah telah memperoleh akreditasi unggul. Hal tersebut didukung oleh tenaga pengajar yang memiliki kompetensi sesuai lima bidang keilmuan psikologi, yaitu psikologi pendidikan, perkembangan, sosial, klinis, serta industri dan organisasi.
Selain itu, S1 Psikologi USM telah menerapkan kurikulum berbasis OBE yang tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga kemampuan praktik mahasiswa. Melalui kurikulum tersebut, mahasiswa diberikan berbagai proyek dan tugas untuk mengimplementasikan materi perkuliahan secara langsung.
Metode pembelajaran yang diterapkan juga menggunakan sistem blended learning dengan komposisi 50 persen pembelajaran daring dan 50 persen luring. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang telah bekerja maupun berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti kepolisian, TNI, BUMN, hingga tenaga pendidik.
S1 Psikologi USM juga menyediakan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi calon mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja, pelatihan, maupun kompetensi relevan dengan bidang psikologi. Pengalaman tersebut dapat dikonversikan menjadi sejumlah satuan kredit semester (SKS), sehingga mahasiswa tidak harus menempuh seluruh proses perkuliahan seperti mahasiswa reguler.
”Pengalaman-pengalaman mereka selama ini, misalnya pernah mengikuti workshop atau kegiatan di bidang HRD, itu bisa kita konversi ke beberapa mata kuliah. Sehingga kuliahnya tidak harus penuh seperti reguler,” ungkap Kimmy.
Dia menambahkan, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai kompetisi. Salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang mewajibkan mahasiswa terjun langsung ke masyarakat selama satu bulan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dapat memberikan psikoedukasi sesuai kebutuhan masyarakat, seperti edukasi kesehatan mental, permasalahan pola asuh keluarga, hingga persoalan sosial di lingkungan sekitar. Mahasiswa juga dapat terlibat dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dosen setiap semester.
”Keunggulan lain, USM menyediakan Unit Pengelola Non Struktural (UPNS) Konseling Mahasiswa USM yang memberikan layanan konseling secara gratis bagi seluruh mahasiswa USM, tidak terbatas pada mahasiswa Fakultas Psikologi. Layanan tersebut ditangani langsung oleh dosen-dosen Program Studi Psikologi untuk membantu mahasiswa menghadapi persoalan akademik maupun pribadi,” ujarnya.
Terkait peminatan, katanya, mahasiswa S1 Psikologi USM dapat mendalami lima bidang, yakni psikologi pendidikan, industri dan organisasi, klinis, sosial, serta perkembangan. Pilihan bidang tersebut juga dapat menjadi pertimbangan mahasiswa dalam menentukan topik penelitian maupun tugas akhir.
Selain skripsi, mahasiswa juga memiliki alternatif penyelesaian tugas akhir melalui publikasi artikel ilmiah pada jurnal minimal Sinta 3 atau Sinta 4 melalui jalur rekognisi karya prestasi mahasiswa. Untuk mempersiapkan publikasi tersebut, mahasiswa disarankan mulai mengerjakannya sejak semester lima agar memiliki waktu yang cukup untuk proses penelitian, pengiriman, hingga penerbitan artikel.
”Dari sisi prospek karier, lulusan S1 Psikologi memiliki peluang bekerja di berbagai sektor. Di antaranya sebagai staf Human Resources Development (HRD), bagian rekrutmen dan pelatihan karyawan, tenaga pendidik, asisten psikolog atau konselor, asisten peneliti, hingga fasilitator dan pendamping dalam kegiatan sosial maupun penanganan korban bencana’,” tuturnya.
Kimmy menegaskan, lulusan S1 Psikologi belum dapat menyandang sebutan psikolog karena masih membutuhkan pendidikan lanjutan sesuai ketentuan profesi. Meski demikian, bekal keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi dasar untuk berkarier di berbagai bidang yang berkaitan dengan manusia.
Melalui berbagai keunggulan tersebut, dia mengajak calon mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan di bidang psikologi. Pendaftaran dapat dilakukan melalui berbagai jalur yang tersedia, termasuk kelas reguler, kelas sore, dan RPL.
Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan mahasiswa baru dapat diperoleh melalui bagian PMB USM di Gedung A maupun akun Instagram @pmb.usm atau bisa lewat website di pmb.ac.id.
01







