USM Salurkan Toren dan 136 Ribu Liter Air untuk Warga Terdampak Kekeringan di Sragen

Rektor USM, Dr Supari ST MT menyalurkan bantuan toren dan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. (dok. )

SRAGEN (MEDIAAKTUAL.ID) — Universitas Semarang (USM) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan toren dan air bersih kepada warga Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen pada 18 September 2026.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang menghadapi kondisi kekeringan. Berdasarkan keterangan pemerintah setempat, wilayah Kecamatan Tangen telah mengalami kekeringan selama hampir tiga bulan tanpa hujan.

Sebelum mendapat bantuan toren, warga mengandalkan tempat penampungan sementara berupa kolam terpal yang telah digunakan untuk menampung air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM), Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani MT mengatakan, kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Melalui bantuan toren dan air bersih tersebut, USM berharap kebutuhan air warga Desa Ngrombo dan wilayah sekitarnya dapat terbantu selama menghadapi musim kekeringan.

”Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, dan masyarakat dalam merespons kebutuhan dasar warga sekaligus mendorong perhatian terhadap persoalan ketersediaan air bersih di daerah yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Camat Tangen, Supriyadi mengapresiasi bantuan yang diberikan Universitas Semarang bersama alumni SMA Negeri 2 Sragen tersebut. Menurut dia, bantuan toren dan air bersih sangat membantu masyarakat yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air.

“Terima kasih kepada Universitas Semarang (USM) dan Pak Yupan, alumni SMA Negeri 2 Sragen, atas bantuan air dan toren yang diberikan. Bagi kami dan warga, bantuan ini sangat bermanfaat,” kata Supriyadi.

Pada tahap awal, bantuan yang disalurkan berupa dua unit toren. Selain itu, kebutuhan air bersih dipenuhi melalui 17 tangki air dengan total sekitar 136.000 liter air yang didistribusikan kepada masyarakat.

Keberadaan toren diharapkan dapat memberikan sarana penampungan air yang lebih memadai dibandingkan tempat penampungan sementara yang sebelumnya digunakan warga.

Prof Dr Ir Sriyana MS IPU APEC Eng, perwakilan keluarga alumni SMA Negeri 2 Sragen, mengatakan persoalan air bersih menjadi perhatian bersama karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Tanpa air tidak ada kehidupan. Oleh karena itu, kita ingin peduli terhadap saudara kita yang ada di sini untuk membantu mereka yang mengalami kelangkaan air,” ujarnya.

Menurut Sriyana, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak, antara lain alumni SMA Negeri 2 Sragen melalui Kasmanda Keren, Universitas Semarang, serta pihak lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

01

Pos terkait