2.765 Mahasiswa Baru USM Ikuti Pakem, Inilah Pesan Rektor

Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T memberikan sambutan dalam Pakem 2026 di Gelora USM pada 12 September 2026.

SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Sebanyak 2.765 mahasiswa baru Universitas Semarang (USM) mengikuti Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (Pakem) 2026 di Kampus USM Jl Soekarno-Hatta, Tlogosari, Pedurungan, Semarang pada 12 – 14 September 2026.

Kegiatan yang merupakan rangkaian orientasi bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 itu dihadiri antara lain, Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T., jajaran wakil rektor, dekan dan wakil dekan dari masing-masing fakultas, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E, M.M. beserta jajaran, Ketua Senat USM, Prof Dr Hardani Widhiastuti MM Psikolog serta seluruh lembaga yang ada di lingkungan USM.

Dalam sambutannya, Rektor USM Dr. Supari, S.T., M.T menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru yang mulai memasuki kehidupan perguruan tinggi. Ia menyebut mahasiswa baru USM sebagai bagian dari keluarga besar USMers.

”Selamat datang di USM. Kalau sudah masuk di USM, Anda semua akan menjadi warga USM. Warga USM, di istilah Gen Z, namanya USMers,” ujar Dr Supari.

Supari menekankan, mahasiswa USM tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan profesionalisme, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, mahasiswa merupakan insan intelektual sekaligus calon pemimpin masa depan.

”Bukan hanya dibangun untuk konstruksi kompetensi, profesionalisme mahasiswa, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan sikapnya, tetapi juga resultantenya untuk kemajuan Indonesia. Di USM para mahasiswa dipandang sebagai insan intelektual dan calon pemimpin masa depan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof. Dr. Ir. Hj. Kesi Widjajanti, S.E., M.M., turut memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa. Ia mengingatkan pentingnya kemandirian dan kebiasaan membaca untuk memperluas wawasan.

”Pesan saya, selalu rajin membaca. Baca artinya membuka wawasan. Dan saudara akan tumbuh. Jika saudara tidak baca, saudara akan diam. Keep reading, learning, and growing,” katanya.

Prof Kesi mendorong mahasiswa baru agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Menurutnya, USM menyediakan berbagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan berorganisasi melalui UKM maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.

”Saudara jangan jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang, kuliah pulang. Not only belajar di akademi, tetapi di Universitas Semarang ini ada ekstrakurikuler. Ada UKM-nya dan belajar organisasi,” ujarnya.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan Irjen Pol. (Purn) Faizal Thayeb, S.I.K., M.H. Dalam paparannya, Faizal mengajak mahasiswa baru memiliki wawasan kebangsaan sekaligus kemampuan untuk menyikapi perkembangan teknologi dan informasi secara kritis.

Dia mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terpengaruh provokasi.

Menurutnya, setiap informasi perlu diperiksa sumber, konteks, dan kebenarannya sebelum dipercaya maupun dibagikan.

”Yang punya akun medsos, tidak ada masalah, tapi tolong akun medsos-nya dipakai dengan benar untuk tujuan positif. Jangan terpengaruh provokasi. Teliti betul apakah itu informasi benar atau salah,” tegas Faizal.

Faizal juga menekankan pentingnya literasi dan kemampuan mencari pembanding dari berbagai sumber. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menerima informasi hanya dari satu sumber serta membangun kebiasaan berdiskusi secara sehat.

”Jangan takut melihat informasi yang masuk ke kita. Jangan mengatakan itu pasti benar. Cari pembandingnya. Cari sumber lain. Dengan cara begitu, cara berpikir kita bisa komprehensif dan sangat lengkap,” jelasnya.

Selain wawasan kebangsaan, Faizal mendorong mahasiswa baru untuk menjadi generasi produktif yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa. Ia mengaitkan hal tersebut dengan tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, termasuk pentingnya meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan sumber daya.

”Adik-adik ini mulai sekarang bertekad pada dirinya sendiri bagaimana menciptakan produktivitas bagi dirinya. Kita harus bangun, raih dan menjadi produktif supaya negara ini segera menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara maju yang lain di dunia,” katanya.

Wakil Rektor I USM, Prof Dr Ir Haslina MSi menegaskan, Pakem merupakan gerbang transisi dari siswa menjadi mahasiswa dan bukan sekadar kegiatan formalitas. Pakem diarahkan untuk membangun kemandirian akademik, adaptasi budaya dan etika kampus, serta integrasi mahasiswa dalam kehidupan kampus.

”Selama tiga hari pelaksanaan, mahasiswa baru diharapkan dapat mengenal sistem akademik USM, membangun karakter dan soft skill, memperluas jejaring, serta mengetahui berbagai layanan pendukung yang tersedia di kampus,” ungkapnya.

Dia menambahkan, melalui Pakem 2026, USM tidak hanya mengenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjalani kehidupan akademik secara mandiri, beradaptasi dengan budaya dan etika kampus, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

”Setiap mahasiswa baru yang melangkah ke kampus ini membawa harapan keluarga dan cita-cita masa depan bangsa. Ini adalah kewajiban kita bersama untuk memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan akademik yang sehat, profesional, aman, serta kaya akan ruang prestasi,” katanya.

01

Pos terkait