KKN Tematik Fleksibel dan Nilai Konversi SKS Besar

Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T (tengah) bersama pengelola LPPM USM serta Dekan TP USM Prof Dr Ir Rohadi MP.

SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Sifat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang fleksibel dan nilai konversi mata kuliah yang cukup besar, menarik minat mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Semarang memilik KKN model tematik.

Alasan lain, adalah sifat tematik yang spesifik program dan lokasi yang diperkotaan. Demikian rangkuman pendapat dari beberapa mahasiswa peserta KKN Tematik VI Semester Genap 2025/2026 yang ditemui di sela-sela mengikuti upacara penerjuan KKN yang berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko Kampus USM Jl. Arteri Soekarno Hatta Tlogosari Semarang, Rabu (22/4).

Menurut Vania, mahasiswa program studi Ilmu Komiunikasi (Ilkom) kelas sore, sifat KKN Tematik yang fleksibel dan nilai konversi sebesar 9-10 sks mata kuliah menjadi motivasi dia memilik KKN jenis ini.

”Saya mahasiswa kelas sore, karena pelaksanaan KKN bisa dilaksanakan sore-malam hari dan tidak setiap hari, maka saya memilih KKN ini daripada yang jenis PBM,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Fahreza Ilham Raihanda Putra, mahasiswa program, studi teknologi pangan, dan Herlinda Nuraisya dari progdi Ilkom serta Era dari progdi Partiwisata.

Menurut Fahreza, sifat KKN tematik yang spesifik program dan nilai konversi yang besar, menjadi pertimbangan utama. Meski pelaksanaan KKN Tematik selama 2 bulan, pelaksanaannya yang fleksibel, juga menjadi pertimbangan.

Bagi Herlinda ada alasan lain yang lebih penting, yakni karena dia juga sedang melaksanakan permagangan, makai barat sekali dayung, 2-3 pula terlampaui.

Dikatakan, saat ini dia sedang melaksanakan permagangan di pagi hari di suatu instansi dan sore hari-malam dapat digunakan untuk pelaksanaan KKN, ujarnya.

Lebih Aplikatif

Sementara itu Ketua LPPM USM, Prof. Dr. Ir. Mudjiastuti Handajani, M.T mengatakan, peserta KKN Tematik Semester Genap 2025/2026 diikuti 182 peserta.

”Jumlah tersebut cukup melonjak tajam, yang biasanya KKN Tematik diikuti tidak lebih dari 50 peserta,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah peserta KKN Tematik kali ini cukup banyak. Hal itu membuktikan mahasiswa semakin paham akan makna dan kemanfaatan KKN tematik.

”Program-program KKN tematik bersifat spesifik dan aplikatif. KKN saat ini mengambil thema pemberdayaan bidang ekonomi dan mitigasi bencana alam,” ungkapnya.

”Kondisi masyarakat saat ini memerlukan solusi pada dua aspek itu, dan mahasiswa sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk tujuan tersebut,” kata Prof Anik –panggilan akrabnya.

Terkait dengan nilai konversi dengan mata kuliah yang cukup besar, 9-10 sks, Prof Anik mengungkapkan, besaran dan mata kuliah yang konversi dengan KKN Tematik disesuaikan dengan kedalaman dan keluasan isi program dari masing-masing peserta.

”Ketua program studi yang bisa menilai. Kami percaya pada masing-masing ketua program studi bahwa KKN Tematik tidak akan mengurangi bobot dan capaian luaran dari mata kuliah yang dikonversikan,” tandasnya.

01

Pos terkait