SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pendampingan kepada Ibu-Ibu PKK Kelurahan Pagerwojo, Kecamatan LImbangan, Kabupaten Kendal, baru-baru ini.
Tim PkM USM terdiri atas Ketua, Teti Susilowati SE, MM, anggota Rahma Prafintasari, S.E. M.Si, , Miftakhul Fuadi, SE., MM, Wahyu Puspitasari, SE.,MM, dan Emy Susiatin SE, MM.
Menurut Tetty, tujuan kegiatan meningkatkan pendapatan ibu-ibu PKK dari hasil usaha di bidang pembuatan aneka criping, kipik, kopi bubuk.
Peserta diberikan materi tentang teknik pemasaran, pengelolaan keuangan dan pemanfatan komoditas yang menonjol di daerah.
”Kami memberikan materi tentang cara mengolah ketela pohon/singkong sehingga menjadi berbagai inovasi olahan yang bernilai ekonomi tinggi yang siap dijual,” katanya.
Teti mengatakan, para peserta diarahkan untuk fokus pada kualitas produk, mempertahankan pelanggan, inovasi produk dengan melakukan kreativitas agar produk tidak membosankan dan sesuai dengan tren.
Selain itu juga melakukan pengelolaan keuangan yang baik melalui pembukuan sehingga bisa diketahui arus kas (cashflow), pemasaran melalui media sosial/market place untuk memperluas jangkauan pasar, adaptasi dengan teknologi bisnis, seperti menggunakan sistem platform e-commerce, konsistensi dengan pengelolaan yang baik, evaluasi secara berkala.
”Untuk menjadi wirausahawan yang sukses itu harus kreatif, memiliki niat yang kuat, memiliki semangat yang tinggi, jiwa leadership yang bagus, serta komitmen yang tinggi,” ujarnya.
Rahma Prafintasari menambahkan, konsep dasar dari wirausaha meliputi kelincahan, tahan banting, kecepatan, kelenturan, dan kekuatan. Dalam berwirausaha, perlu adanya catat mencatat/pembukuan.
”Pada intinya, keuangan usaha harus terpisah dengan keuangan rumah tangga, dan harus tertib tercatat dalam pembukuan kas, buku penjualan, pembelian bahan, dan persediaan,” jelasnya.
Hal senada dikatakan Wahyu Puspitasari. Menurutnya, pendapatan ibu rumah tangga selain dari suami, juga dari usaha kreativitasnya.
”Kami berharap, melalui kegiatan ini ibu-ibu semakin menyadari perlunya melakukan usaha dengan pengelolaan yang baik dan konsisten,” ujarnya.
01







