SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) menggelar Workshop bertajuk ”Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penulisan Jurnal dan Tugas Akhir” pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Telekonferensi Lantai 8 Menara Prof. Dr. Muladi, S.H., ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung penyusunan karya ilmiah.
Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, S.H.I., M.H mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI di kalangan mahasiswa, khususnya dalam menyelesaikan tugas akhir, tesis, dan jurnal ilmiah.
”Tidak bisa ditinggalkan penggunaan AI itu, tapi pada prinsipnya harus dimaksimalkan supaya tugas-tugas akhir mahasiswa itu dapat selesai sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Dia menambahkan, kegiatan serupa direncanakan berlangsung secara berkelanjutan agar mahasiswa Pascasarjana USM memiliki kompetensi yang lebih baik dalam menyelesaikan studi tepat waktu. Workshop tersebut diikuti 60 peserta, terdiri atas 25 peserta secara luring dan 35 peserta secara daring, dari berbagai program studi Pascasarjana USM.
Dia berharap, melalui workshop ini, mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran dan penulisan ilmiah secara efektif, tanpa mengabaikan kejujuran akademik, ketepatan data, serta tanggung jawab atas karya yang dihasilkan.
”Kami berharap, kegiatan ini juga dapat mendorong mahasiswa menjadi lebih produktif dalam menyelesaikan tugas akademik dan menempuh pendidikan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas serta integritas ilmiah,” ungkapnya.
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Hariyanto, S.H.I., M.Hum., M.Pd., Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri mengatakan, AI seharusnya digunakan sebagai alat pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir dan analisis mahasiswa.
Menurutnya, AI dapat membantu mahasiswa menganalisis serta memeriksa data dalam penyusunan tugas akhir dan karya ilmiah. Namun, hasil yang diberikan AI tetap harus diperiksa untuk memastikan kebenarannya.
”Kejujuran itu penting kemudian bagaimana mahasiswa ini menggunakannya. Data-data harus di-cross-check, jangan dianggap sebagai kebenaran dari hasil olah yang dilewatkan AI,” jelasnya.
Sementara itu, Zulfikar Ari Wicaksono, S.E., M.M., sebagai HTM Central Java Indosat Ooredoo, mengingatkan mahasiswa agar menggunakan AI secara bijak dengan tetap menjaga integritas dan kualitas karya tulis. Dia menekankan pentingnya membaca ulang serta memvalidasi setiap informasi yang dihasilkan AI sebelum digunakan dalam karya ilmiah.
”Yang tetap harus dijaga adalah integritas dan kualitas serta tetap bertanggung jawab terhadap semua tulisannya,” ungkap Zulfikar.
Dia juga membagikan tips penggunaan AI melalui kerangka RCTF, yakni Role, Context, Task, dan Format. Menurutnya, instruksi atau prompt yang jelas dan terperinci akan membantu AI menghasilkan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.
”Semakin detail semakin bagus, jadi jangan menganggap AI itu dukun. Dengan prompt yang hanya sederhana, dia akan melebar ke mana-mana. Kita harus memberikan batasan sesuai dengan apa yang kita inginkan,” tambahnya.
01







