Dosen FTP USM Dr Mita Berkontribusi dalam Program WCU Postdoctoral Undip

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM), sebagai narasumber Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP., M.Sc menjadi narasumber dalam Klinik Manuskrip dalam rangka Program World Class University (WCU) Postdoctoral Nasional Universitas Diponegoro (Undip) di Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, baru-baru ini.

SEMARANG (MEDIAAKTUAL.ID) – Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Semarang (FTP USM),  Dr. Mita Nurul Azkia, S.TP., M.Sc menjadi narasumber dalam Klinik Manuskrip dalam rangka Program World Class University (WCU) Postdoctoral Nasional Universitas Diponegoro (Undip) di Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, baru-baru ini.

Tujuan kegiatan tersebut untuk memperkuat budaya riset dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di perguruan tinggi terus dilakukan melalui kolaborasi akademik. Dalam kegiatan tersebut Mita memparkan materi dengan tema ”Beyond the Thesis: Strategi Mengubah Riset Mahasiswa Menjadi Artikel Bereputasi”.

Keterlibatan Dr Mita dalam program WCU Postdoctoral Undip menjadi bentuk kontribusi akademik antarperguruan tinggi dalam mendukung penguatan kapasitas penelitian, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta pengembangan budaya akademik yang berorientasi pada standar internasional.

Program World Class University merupakan salah satu upaya penguatan kualitas dan daya saing perguruan tinggi melalui peningkatan kapasitas akademik, riset, serta jejaring keilmuan.

”Dalam konteks tersebut, kegiatan Klinik Manuskrip menjadi sarana berbagi pengetahuan dan strategi penulisan ilmiah untuk mendorong hasil penelitian mahasiswa agar dapat dikembangkan menjadi publikasi pada jurnal bereputasi,” katanya.

Dalam pemaparannya, Mita menekankan bahwa hasil penelitian mahasiswa memiliki potensi kontribusi ilmiah yang lebih luas apabila disusun dan dikembangkan sesuai standar publikasi akademik.

”Artikel ilmiah bukan sekadar versi singkat dari skripsi atau tesis. Penulis perlu mampu menemukan pesan utama penelitian, membangun argumentasi ilmiah yang kuat, serta menunjukkan kontribusi temuan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Selama kegiatan, mahasiswa diajak memahami bahwa proses transformasi tugas akhir menjadi artikel jurnal memerlukan strategi yang tepat, mulai dari menentukan fokus penelitian, mengidentifikasi kebaruan, menyusun argumentasi, hingga memilih jurnal yang sesuai.

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program WCU Postdoctoral Nasional Undip itu memperlihatkan pentingnya keterlibatan akademisi dari berbagai perguruan tinggi dalam membangun ekosistem penelitian yang produktif dan berkelanjutan.

”Bagi FTP Universitas Semarang dan FPP Undip, kontribusi dosen sebagai narasumber dalam forum akademik tersebut menjadi salah satu wujud peran aktif dalam penyebarluasan pengetahuan, khususnya terkait strategi publikasi ilmiah dan peningkatan kualitas penelitian,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan Klinik Manuskrip tersebut sekaligus menegaskan bahwa penguatan reputasi akademik perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh jumlah penelitian yang dihasilkan, tetapi juga oleh kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian melalui publikasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

”Saya berharap, melalui kontribusi dosen FTP USM dan pelaksanaan Program WCU Postdoctoral Undip, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya riset yang kuat, meningkatkan kualitas publikasi, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global,” tandasnya.

01

Pos terkait