TEMANGGUNG (MEDIAAKTUAL.ID) – PT Jateng Petro Energi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyerahkan bantuan inovasi hybrid wind solar energy kepada masyarakat Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung pada 18 Januari 2025.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Corporate secreatary JPEN, R.Nugroho Hutomo S kepada Kepala Desa Tlahab, Ahmad Isyaudin.
Menurut Nugroho, inovasi hybrid wind solar energy ini bertujuan menjadikan Desa Tlahab sebagai desa mandiri energi, mengatasi masalah kelistrikan yang selama ini menjadi kendala besar bagi warga.
Desa yang terletak di bawah lereng Gunung Sindoro itu merupakan lokasi wisata alam Posong, yang memiliki 22 warung angkringan.
”Selama ini, masyarakat mengandalkan aki mobil sebagai sumber penerangan. Namun, pengisian aki harus dilakukan di rumah masing-masing yang berjarak 3 km dengan medan terjal. Alternatif lain adalah menggunakan genset, tetapi biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM) menjadi kendala, terutama karena larangan pembelian menggunakan jerigen di SPBU dan harga BBM yang terus meningkat,” katanya.
Dia mengatakan, program CSR ini memanfaatkan potensi alam yang tersedia di kawasan Posong, yaitu tenaga angin yang stabil selama 24 jam dan sinar matahari selama 4 jam setiap harinya.
Inovasi ini melibatkan turbin angin berkapasitas 2 kW, panel surya 1kWP, dan baterai berkapasitas 5 kWh. Setiap warung angkringan kini mendapat pasokan listrik sebesar 100 W, cukup untuk penerangan dan pengisian daya ponsel.
”Dengan inovasi ini, warga tak hanya mendapatkan penerangan, tetapi juga dapat membuka jasa pengisian ponsel dengan tarif Rp 8.000 per unit. Hal ini menjadi tambahan penghasilan bagi para pemilik warung angkringan,” tuturnya.
Dia menambahkan, program tersebut didanai sepenuhnya oleh PT Jateng Petro Energi dan diimplementasikan oleh PT Dipa Consultan Utama.
Tim pelaksana terdiri atas tenaga ahli dari Universitas Semarang, Satria Pinandita, ST., M.Eng, serta praktisi alumni USM, Anggara Fuad Al Amin, ST.
”Proses instalasi juga melibatkan tim pengelola wisata Posong yang turut membantu memastikan sistem berjalan dengan baik,” ujarnya.
Kepala Desa Tlahab, Ahmad Isyaudin, menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya untuk pengembangan selanjutnya. Menurutnya, permasalahan utama lain di Desa Tlahab adalah ketersediaan air bersih.
”Saat ini, masyarakat kami masih membeli air bersih dari desa lain dalam bentuk toren air dengan kapasitas 1.000 liter per hari, yang membutuhkan biaya Rp 125.000 per toren. Hal ini menjadi beban besar bagi warga, terutama saat musim kemarau,” jelasnya.
Dia mengatakan, kebutuhan air bersih sangat penting untuk menunjang sektor wisata dan pertanian, terutama saat musim kemarau ketika warga biasanya menanam tembakau.
”Pada musim kering, tanaman tembakau kami sering kali menjadi keriput karena kekurangan air. Jika tidak ada biaya untuk membeli air, tanaman dibiarkan mati. Kami berharap, ke depan ada inovasi baru untuk menyediakan air bersih yang lebih efisien, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mendukung pertanian,” tambahnya.
Dengan adanya bantuan ini, katanya, Desa Tlahab selangkah lebih dekat menuju kemandirian energi, sekaligus membuka peluang untuk pengembangan inovasi lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung keberlanjutan wisata alam Posong sebagai destinasi unggulan Kabupaten Temanggung.
01







